Terapi hemodialisa yang harus dijalani pasien gagal ginjal kronik selama masa hidupnya. Lamanya terapi hemodialisa yang dijalani pasien memiliki waktu yang berbeda – beda pada setiap individu, proses hemodialisa menyebabkan komplikasi seperti pruritus. Pruritus terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisa disebabkan karna saat proses dialisis terjadinya peningkatan suhu dan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan keringat dan gatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama hemodialisa dengan kejadian pruritus pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu jumlah pasien yang menjalani hemodialisa sebanyak 65 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan adalah Uji Spearman rank. p-value= 0,001 (p>0,05) dan koefisien korelasi 0,493 yang memiliki arti bahwa ada hubungan Lama Hemodialisa dengan Kejadian Pruritus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit.
Disclaimer/Sanggahan:
- Tujuan Informasi: Seluruh tulisan, artikel, dan materi di blog ini dibuat belaka atas dasar niat berbagi informasi.
- Tanpa Jaminan: Pemilik blog tidak memberikan jaminan atau garansi apa pun mengenai keakuratan, keandalan, keberlanjutan, atau kelengkapan materi yang dipublikasikan.
- Tanggung Jawab Pengguna: Segala keputusan, tindakan, atau risiko yang timbul akibat membaca atau mengimplementasikan informasi dari blog ini sepenuhnya menjadi risiko dan tanggung jawab Anda sendiri.
- Tautan Eksternal: Blog ini mungkin memuat tautan ke situs web lain. Pemilik blog tidak memiliki kontrol atas isi atau sifat dari situs-situs eksternal tersebut dan tidak bertanggung jawab atas konten di dalamnya.
- Perubahan Konten: Informasi di blog ini dapat berubah, diperbarui, atau dihapus sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Posting Komentar untuk "Hubungan Lama Hemodialisa Dengan Kejadian Pruritus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit"